jazz versus orchestra
dalam sebuah pagelaran musik jazz, kita bisa lihat sekumpulan musisi-musisi yang dengan egonya masing-masing memainkan alat musik sesuka hatinya, kadang matanya merem-merem, melihat kesana kemari, namun menghasilkan sebuah harmonisasi yang indah dan enak didengar telinga, tidak ada yang memberikan arahan2 atau patokan2 bahwa siapa harus memainkan apa, bisa jadi sewaktu-waktu semua pemain diam, kecuali bassist, memberikan kesempatan sang bassist untuk menunjukkan kebolehannya sementara rekan-rekannya melihat dan menikmati kebolehan sang bassist beraksi.
sedangkan orkestra, kita bisa lihat sekumpulan musisi-musisi handal yang penuh dengan skill tinggi, membaca not balok dan harus memperhatikan aba-aba sang conductor
pemandangan yang sangat berbeda tentunya antara pagelaran orkestra dan jazz, suasananya pun sangat berbeda. suasana pagelaran musik jazz cenderung santai, friendly, kadang diselingi tawa dan canda baik antar musisi maupun antara musisi dengan penonton. kostum mereka pun seenaknya, ada yang pake kaos, kemeja.
sementara pagelaran orkestra sebaliknya, kaku, resmi, formal, ga ada tawa, yang ada tepuk tangan bergemuruh di akhir performance. mereka harus menggunakan kostum tertentu, rapih, wangi.
mereka sama-sama jenis musik kelas atas
ada fenomena tersendiri terkait jazz versus orchestra ini, menurutku musik-musik orkestra lebih enak dinikmati sendirian di kamar, sambil merenung, yah.. seperti model-model lagu2nya mozart, sebastian bach
sementara kalau musik jazz, aku lebih suka mendengarkan live nya, malas aku mendengar musik jazz dari kaset/cd.
mereka sama-sama musik yang memerlukan skill tinggi
pemain jazz mungkin sekali untuk memainkan musik dengan siapapun, lihat saja lee ritenour, sang captain fingers. dia pernah bikin project bareng phill perry, will downing, dave grusin.
sementara itu, aku belum pernah mendengar pemain orkestra maen musik kesana-kemari, kayaknya sih sulit yah buat pemain orkestra bikin project dengan orang lain diluar grup orkestranya, palingan harus sama-sama orkestra nya.
Mungkin akan membingungkan ketika pemain orkestra harus memainkan musik tanpa adanya instruksi dari sang conductor.
begitu pula sebaliknya, mungkin sang pemain jazz akan sangat tersiksa ketika harus duduk manis mengenakan kostum yang rapi dan harus mengikuti aba-aba sang conductor.
pada akhirnya semua itu adalah pilihan, tidak ada yang salah dengan menjadi pemain jazz maupun orkestra.
terserah anda wahai sang musisi ![]()
manusia biasa, cadel, muka pas-pasan, suka bikin brisik ama gitarnya, suka pantai dan pegunungan, kontributor di playthebeat.com, oke.or.id
seperti sebelum2nya,mas susee banget.
Mantap bro,ringan dan renyah bahasanya..